Selasa, 03 Maret 2026

Tertinggal 0-4 dari Atletico, Hansi Flick: Barcelona Tak Cukup Andalkan Yamal untuk ke Final Copa del Rey

 


Langkah Barcelona untuk lolos ke final Copa del Rey musim ini cukup berat. Kekalahan telak dari Atletico Madrid pada leg pertama semifinal, membuat El Barca membutuhkan keajaiban untuk bisa menembus partai puncak.


Pada leg pertama yang berlangsung di Riyadh Air Metropolitano, 13 Februari lalu, Blugrana menyerah empat gol tanpa balas dari Atletico. Keempat gol Los Rojiblancos tercipta berkat gol bunuh diri Eric Garcia pada menit ke-6, Antoine Griezmann menit ke-14, Ademila Lookman menit ke-33, dan Julian Alvarez menit ke-45+2.

Pelatih Los Cules, Hansi Flick, tak menutup mata dengan situasi berat yang dialami timnya. Pada pertemuan kedua yang berlangsung di Camp Nou, Rabu (04/03/2026) dini hari WIB, Barcelona wajib menang dengan selisih lima gol demi bisa lolos ke final Copa del Rey.


Namun, satu hal yang pasti, Flick tak mau menggantungkan harapan hanya pada satu nama, yakni Lamine Yamal. Ya, pemain berusia 18 tahun tersebut sedang dalam performa moncer.


Pantang Menyerah



Empat gol adalah jarak yang terjal. Namun, pelatih asal Jerman tersebut menolak menyerah sebelum bertempur. Dia menuntut timnya tampil sempurna: solid di belakang, tajam di depan, dan yang terpenting, percaya masih bisa lolos ke final.


"Kami tertinggal empat gol. Kami ingin mewujudkan hal yang mustahil. Ini adalah tujuan kami besok. Kami tahu ini tidak akan mudah, tetapi kami tidak pernah menyerah," kata Flick.


"Tidak kebobolan itu penting, tetapi juga penting untuk percaya pada kekuatan kita, untuk percaya bahwa kita bisa melakukannya," sambungnya.

Timnas Iran Tolak Nyanyi Lagu Kebangsaan di Piala Asia Wanita 2026 Baca artikel CNN Indonesia "Timnas Iran Tolak Nyanyi Lagu Kebangsaan di Piala Asia Wanita 2026" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20260303091023-142-1333681/timnas-iran-tolak-nyanyi-lagu-kebangsaan-di-piala-asia-wanita-2026

 


Timnas wanita Iran menolak menyanyikan lagu kebangsaan menjelang kickoff melawan Korea Selatan dalam pertandingan pertama Grup A Piala Asia Wanita 2026 di Stadion Gold Coast, Senin (2/3).

Aksi diam para pemain Iran di tengah lapangan itu viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat sebagian besar pemain menolak menyanyikan lagu kebangsaan, sementara sebagian kecil lain melempar senyum ke arah suporter. Suporter Iran yang datang ke stadion terlihat membawa bendera prorevolusi Iran.


Belum jelas mengenai alasan pemain Iran tidak menyanyikan lagu kebangsaan ini. Namun pelatih Iran Marziyeh Jafari terlihat tersenyum selama lagu dimainkan.


Media Prancis Footmercato menyebut aksi pemain Iran itu sebagai bentuk protes terhadap rezim di negara tersebut.


Yang pasti, kondisi tersebut berbeda dengan semasa babak Kualifikasi Piala Asia Wanita tahun lalu. Saat menghadapi Singapura, timnas Iran memberikan hormat militer saat lagu kebangsaan berkumandang.


Dalam pertandingan tersebut Iran kalah 0-3 dari Korea Selatan. Gol-gol kemenangan Korea Selatan dicetak Choe Yu Ri, Kim Hye Ri, dan Ko Yoo Jin.


Pada pertandingan berikutnya, Iran akan melawan tuan rumah Australia, Kamis (5/3). Jafari tidak membantah laga melawan Australia akan sulit bagi Iran.


"Saya tahu kita akan menghadapi pertandingan yang sulit. Menurut saya, memainkan pertandingan yang sulit itu menyenangkan karena para pemain bisa mendapatkan banyak pengalaman untuk masa depan mereka," kata Jafari. 


Saat ini Iran masih dalam masa berkabung selama 40 hari setelah pemimpin tertinggi di Iran, Ayatollah Ali Khamenei gugur akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.


Dalam pertandingan tersebut Iran kalah 0-3 dari Korea Selatan. Gol-gol kemenangan Korea Selatan dicetak Choe Yu Ri, Kim Hye Ri, dan Ko Yoo Jin.



Pada pertandingan berikutnya, Iran akan melawan tuan rumah Australia, Kamis (5/3). Jafari tidak membantah laga melawan Australia akan sulit bagi Iran.


"Saya tahu kita akan menghadapi pertandingan yang sulit. Menurut saya, memainkan pertandingan yang sulit itu menyenangkan karena para pemain bisa mendapatkan banyak pengalaman untuk masa depan mereka," kata Jafari.


https://x.com/i/status/202853990423006034

Barcelona Vs Villarreal: Yamal Hat-trick, Blaugrana Menang 4-1

 Barcelona mengukuhkan posisinya di puncak klasemen Liga Spanyol usai menang 4-1 atas Villarreal. Lamine Yamal menjadi bintang kemenangan Barcelona dengan bikin hat-trick.

Laga Barcelona vs Villarreal dalam lanjutan LaLiga digelar di Camp Nou, Sabtu (28/2/2026) malam WIB. Yamal memborong tiga gol dalam pertandingan ini.

Satu gol lagi dari Barcelona diciptakan oleh Robert Lewandowski di injury time. Sementara gol Villarreal diciptakan oleh Pepe Gueye empat menit setelah laga paruh kedua dimulai.

Berkat kemenangan ini, Barcelona semakin nyaman di puncak klasemen Liga Spanyol dengan 64 poin dari 26 laga, unggul empat angka atas Real Madrid. Sementara Villarreal di peringkat ketiga dengan 51 poin.

Jalannya Pertandingan



Pertandingan berjalan cukup berimbang pada menit-menit awal. Villarreal mampu meladeni Barcelona yang bermain menekan.


Jules Kounde menyia-nyiakan sebuah kesempatan usai menerima umpan terobosan pada menit ke-14. Penyelesaian akhirnya masih melebar dari gawang Villarreal.


Barcelona membuka keunggulan pada menit ke-28. Lamine Yamal menerima operan ke kotak penalti dari Fermin dan menuntaskannya dengan tembakan yang mengarah ke pojok bawah gawang Villarreal.


Yamal kembali membobol gawang Villarreal pada menit ke-37 untuk menggandakan keunggulan Barcelona. Menusuk dari kanan, Yamal melewati adangan bek-bek Villarreal sebelum melepaskan tembakan ke gawang.


Villarreal mencoba merespons. Pepe melepaskan umpan ke tiang jauh, tapi Ayoze Perez gagal menjangkau bola dengan sempurna dan hanya menghasilkan tendangan gawang

Cetak Sejarah, Mahasiswi Indonesia Raih Penghargaan Teknik Kimia di UCL Inggris Sumber: https://biz.kompas.com/read/2026/03/03/152036628/cetak-sejarah-mahasiswi-indonesia-raih-penghargaan-teknik-kimia-di-ucl-inggris



Bagi banyak orang, matematika mungkin dianggap sebagai momok menakutkan. Namun, tidak bagi Michelle Angela Mulya. Bagi Michelle, matematika adalah “bahasa” alam semesta yang mampu menjelaskan fenomena dunia fisik dengan kepastian yang indah.


Ketertarikan itu bukan sekadar kegemaran pada angka. Dari sanalah tumbuh rasa ingin tahu, disiplin, dan keberanian untuk menantang batas diri. Nilai-nilai itu kemudian mengantarkannya menembus bangku kuliah di University College London (UCL), Inggris. Pada tahun pertamanya, ia berhasil mendapatkan IPK 4.0. Kini, pada tahun keduanya di jurusan Teknik Kimia UCL, Michelle tak hanya dikenal sebagai mahasiswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM).

Pada Jumat (27/2/2026), ia menerima penghargaan Class of 1981 Collaborative Prize 2024–2025 atas kepemimpinan dan kontribusinya di lingkungan kampus. Prestasi ini membuktikan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing, bahkan unggul, di panggung pendidikan dunia.

“Di tingkat mana pun, kita tidak hanya harus unggul secara akademis, tetapi juga punya kemampuan komunikasi, kerja tim, dan kepemimpinan,” ujar Michelle.

Michelle mengaku, mimpi kuliah ke luar negeri sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Namun, untuk bisa kuliah di universitas top dunia, nilai tinggi saja tidak cukup. Ia juga membutuhkan beasiswa. Kesempatan itu datang secara tak terduga. Informasi pendaftaran Beasiswa Indonesia Maju (BIM) baru ia ketahui hanya sekitar satu minggu sebelum tenggat waktu. Waktu tujuh hari itu menjadi salah satu periode paling menegangkan dalam hidupnya. Michelle harus mengumpulkan ratusan dokumen, merapikan portofolio prestasi, menyusun esai motivasi, serta memastikan seluruh persyaratan administrasi terpenuhi dengan sempurna. “Tekanannya besar sekali karena saya tahu pesaingnya juga luar biasa,” kenang Michelle.

Terkait seleksi, Michelle menceritakan bahwa proses tersebut berlangsung sekitar tiga bulan, mulai dari administrasi hingga wawancara dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Selain aspek akademik, ia juga diuji dari aspek kesiapan mental untuk belajar dan beradaptasi di luar negeri. Setelah lolos, Michelle mengikuti program persiapan selama satu tahun, termasuk pembekalan SAT dan IELTS serta pelaksanaan proyek sosial. Untuk proyek sosial, ia bersama seorang dokter gigi mengadakan edukasi kesehatan gigi di panti asuhan dan sekolah luar biasa. Pengalaman ini memperluas makna kontribusi baginya.

Dengan disiplin yang sama seperti saat berlatih Olimpiade, ia meraih skor SAT 1500 dan IELTS 8,5 yang membawanya ke University College London. “Saya percaya selalu ada lebih dari satu jalan menuju mimpi,” ujarnya.

Pada tahun pertama di UCL, ia dipercaya menjadi student representative yang bertugas menjembatani komunikasi antara mahasiswa dan staf pengajar. Peran ini membuatnya aktif memperjuangkan kualitas pengalaman belajar teman-temannya.


Tertinggal 0-4 dari Atletico, Hansi Flick: Barcelona Tak Cukup Andalkan Yamal untuk ke Final Copa del Rey

  Langkah Barcelona untuk lolos ke final Copa del Rey musim ini cukup berat. Kekalahan telak dari Atletico Madrid pada leg pertama semifinal...